| Dalam rangka program RESPEK, setujukah anda dengan kebijakan kampung binaan oleh UNCEN? |
Tengarah bahwa sejarah pembangunan di Tanah Papua di-warnai dengan kepincangan kebijakan bidang sosial-budaya dan politik, yang selama ini telah berpengaruh terhadap keterpurukan rakyat dalam berbagai dimensi kehidupannya. Ironisnya, langgam kehidupan rakyat seolah terbuai oleh irama kebijakan itu. Tanpa kejujuran dan ketekunan merefleksikan kembali produk kebijakan untuk mengentas kehidupan mereka dari kondisi yang kurang menguntungkan itu, tak akan ada perubahan berarti di masa datang. Mungkinkah kini, reformasi yang terlanjur diyakini dapat merubah nasib masyarakat menjadi lebih baik. Reformasi telah mampu melahirkan ragam bentuk dan sistem kehidupan baru. Tetapi, kebaruan itu ternyata bukan jaminan kebaikan, sebab banyak fakta yang mendeskripsikan figura kehidupan justru bertentangan dengan kehendak rakyat.
Tak dapat pula disangkal bahwa reformasi -dalam perspektif-dipandang membawa harapan. Misalnya, perubahan sistem peme-rintahan dari sentralistis ke desentralistis, dari otonomi daerah ke otonomi khusus, dari tak ada kewenangan menjadi ada kewenangan. Ataupun meningkatnya peran dinamis masyarakat politik dalam menyuarakan kebutuhan dan aspirasi rakyat.

Serangkaian fakta itu, sesungguhnya memiliki implikasi penting terhadap kesiap-siagaan semua pihak. Apalagi jika diperhadapkan dengan dunia global yang sarat kempetisi. Kesiapsiagaan itu adalah antisipasi kemampuan masa depan dengan segala potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, dinamika perkembangan kehidupan sosial-budaya dan politik dewasa ini kian mendesakkan pentingnya rekayasa kebaruan pola sikap dan pola perilaku masyarakat yang bercitra positif, tanggap dan peduli terhadap masa depannya.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Cenderawasih, telah menangkap sinyal kecerahan masa depan itu, maka di bawah panji-panji almamater mencoba mewadahi sejumlah kepentingan masyarakat dan pemerintahan untuk difasilitasi, diadvokasi, dikaji dan ditindak-lanjuti dengan program-program aksi yang realisitis.
Untuk itulah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih mendirikan LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEM-BANGAN ILMU-ILMU SOSIAL DAN POLITIK (LP2SP) sebagai bagian integral dari Universitas Cenderawasih untuk mengemban dharma Perguruan Tinggi – pengabdian kepada masyarakat dalam dimensi-dimesi budaya sebagai basis keilmuan sosial politik.
Lembaga ini merupakan wadah profesi sebagai bagian integral tak terpisahkan dari FISIP UNCEN, berkedudukan Kampus FISIP UNCEN, Waena Jayapura dan bersifat :
- lintas disiplin dalam rumpun ilmu sosial dan politik yang lebih mengutamakan program aksi untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah dari pada mengedepankan wacana perdebatan.
- fungsional karena merupakan salah satu ujung tombak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih yang berperan mewujudkan konsepsi dan implementasi seba-gian tugas-tugas Fakultas di bidang ilmu Sosial dan Politik dari aspek pengabdian dan penalaran.
- independen karena dalam menjalankan tugas fungsi dan tanggung jawabnya, organisasi ini bebas dari pengaruh apapun tanpa kecuali berdasarkan nilai-nilai kebebasan yang dikandung oleh ilmu pengetahuan.
1. Divisi Hubungan Antar Kelompok dan Resolusi Konflik (HAK-REFLIK)
Lingkup Kegiatan:
- Pengembangan komunitas / masyarakat
- Pemetaan Kelompok Sosial
- Reduksi dan Penanggulangan Konflik Sosial
- Ideologisasi Institusi Masyarakat
- Manajemen Konflik dan Manajemen Otoritas
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Mediasi, Penyuluhan, Desain Program, Pelatihan, Penelitian-Kaji tindak.
2. Divisi Otonomi Daerah dan Demokratisasi (OTODEMO)
Lingkup Kegiatan:
- Pengembangan kapasitas dan manajemen pemerintah daerah;
- Pemberdayaan masyarakat;
- Pelembagaan dan pengkaderan demokrasi;
- Perilaku dan Etika Pemerintahan
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Pelatihan, Desain Program, Kaji tindak.
3. Divisi Kelembagaan dan Kebudayaan Lokal (BADAK)
Lingkup Kegiatan:
- Penataan institusi masyarakat dan Pemetaan Budaya Lokal
- Penguatan kinerja institusi masyarakat dan budaya lokal
Sifat Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Desain Program, Pelatihan, Kaji tindak.
4. Divisi Informasi & Komunikasi Sosial-Pembangunan (FOSKO SIMBA)
Lingkup Kegiatan:
- Promosi dan sosialiasi pembangunan
- Penyiapan data (base) elektronik dan sistem dokumentasi
- Penyiapan media informasi pembangunan
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Desain Program, Kaji tindak., Layanan Data dan Informasi
5. Divisi Kebijakan Sosial dan Politik (BISTIK)
Lingkup Kegiatan:
- Pengembangan Kebijakan Pemerintah
- Perumusan dan analisis kebijakan sosial dan politik
- Implementasi Kebijakan
- Monitoring dan evaluasi kebijakan
- Manajemen aspirasi masyarakat dan Pendidikan Politik
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Desain Program, Pelatihan, Kaji tindak.
6. Divisi Pengembangan Sumberdaya Manusia (BANG SUMMA)
Lingkup Kegiatan:
- Perencanaan Karier Pegawai
- Pengembangan Pribadi
- Perancangan metode pendidikan dan latihan
- Kewirausahaan masyarakat
- Mekanisme Rekruitment dan Pengkaderan
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Desain Program, Pelatihan, dan Kaji tindak.
7. Divisi Gender dan Anak (GERAK)
Lingkup Kegiatan:
- Partisipasi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan
- Sosialisasi peran perempuan
- Pendidikan Keluarga
- Kesehatan dan gizi ibu dan anak
Jenis Layanan:
Advokasi dan Konsultasi, Desain Program, Penyuluhan, Pelatihan, Kaji tindak.
No |
Jenis Kegiatan |
Bentuk Kegiatan |
1 |
Advokasi dan Konsultasi |
|
2 |
Mediasi |
|
3 |
Desain Program |
|
4 |
Penyuluhan dan Pelatihan |
|
5 |
Kaji tindak |
|
6 |
Penerbitan |
|
7 |
Workshop dan Seminar |
|
Penanggung Jawab |
: REKTOR UNCEN |